JAKARTA. Emiten saham semen mencatatkan kinerja beragam di sembilan bulan pertama 2023. PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) misalnya, kinerja tumbuh seiring naiknya penjualan semen. Anak usaha PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) ini membukukan pendapatan Rp 1,45 triliun. Angka ini meningkat 9,84% dibandingkan akhir September 2022 yang sebesar Rp 1,32 triliun. Di periode yang sama tahun ini, volume penjualan semen SMBR naik 9% menjadi 1,52 juta ton dari semula 1,40 juta ton pada akhir September 2022 lalu. Dengan hasil tersebut, Direktur Utama Semen Baturaja, Daconi Khotob memprediksi, volume penjualan SMBR bisa tumbuh di atas 10% secara tahunan atau year on year (yoy). Bersamaan dengan itu, laba bersih SMBR diharapkan bisa naik sekitar 30% yoy. Tak mau kalah, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatatkan penjualan 12,5 juta ton semen di hingga September 2023. Penjualan ini naik 0,9 juta ton dibandingkan periode yang sama tahun 2022. "Walaupun penjualan semen nasional negatif, Indocement mencatatkan pertumbuhan 7,5%," kata Dani Handajani, Sekretaris Perusahaan INTP ke KONTAN, Minggu (29/10). Menurut Dani, pertumbuhan penjualan sepanjang periode tersebut banyak berasal dari pertumbuhan penjualan semen di luar Jawa, terutama di Sulawesi, Nusa Tenggara, dan bagian timur Indonesia.
Sementara itu, untuk penjualan semen pada bulan September 2023, Indocement mencatatkan penjualan sebanyak 1,7 juta ton, naik tipis 2,3% dibandingkan penjualan periode September 2022. Meski demikian, INTP belum merilis laporan keuangan periode sembilan bulan pertama tahun 2023. Nasib berbeda dialami PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB). Melansir Bursa Efek Indonesia, Minggu (29/10), SMCB membukukan laba bersih Rp 553,55 miliar per kuartal III-2023. Angka ini menurun 6,8% dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 594,13 miliar Ini sejalan dengan penurunan pendapatan. Perusahaan yang juga anak usaha SMGR ini membukukan pendapatan Rp 8,96 triliun. Menurun 1,4% dari periode serupa 2022 sebesar Rp 9,09 triliun. Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Andreas Saragih menyebut, secara kumulatif konsumsi semen nasional pada 9 bulan pertama 2023 mencapai 45,3 juta ton. Angka ini turun 0,6% secara yoy. Namun dengan masih berjalannya penyelesaian proyek infrastruktur di Sumatra, Ibu Kota Nusantara, serta pasar di Jawa, ia proyeksi konsumsi semen domestik 2023 masih di angka 62,3 juta ton. Dus, Mirae Asset Sekuritas Indonesia masih mempertahankan rating overweight sektor semen. Andreas merekomendasikan buy INTP dengan target harga Rp 12.875 dan buy saham SMGR dengan target harga Rp 8.400 per saham.Adapun saat ini, EV/EBITDA saham INTP dan SMGR masing-masing sebesar 7,4 kali dan 6,4 kali.
Sumber : Kontan 30 Oktober 2023
Saham | 07-10-2021 | 08-10-2021 | (+/-) |
---|---|---|---|
ASII | 5,700.00 | 5,900.00 | 3.389% |
BBCA | 35,800.00 | 36,450.00 | 1.783% |
UNVR | 4,830.00 | 4,760.00 | -1.47% |