JAKARTA. Perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) membidik kenaikan produksi lebih tinggi pada tahun 2024 mendatang. Target produksi JARR bisa naik lebih dari dua kali lipat setelah melakukan merger dengan afiliasinya, PT Jhonlin Agro Lestari. Tahun depan, JARR membidik produksi tandan buah segar (TBS) sebesar 249.000 ton. Tahun 2023 ini, target produksi TBS perusahaan hanya sebesar 50.000 ton. Target ini pun sudah tercapai sepenuhnya per September 2023. Sementara, afiliasinya, Jhonlin Agro Lestari punya target produksi yang lebih tinggi, mencapai 150.000 ton tahun ini. Karena itu, produksi TBS JARR setelah merger bisa naik signifikan. "Peningkatan hampir 100%, karena produksi lebih banyak di Jhonlin Agro Lestari," ujar Direktur JARR Indra Irawan kepada KONTAN, akhir pekan lalu.
Dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) Jumat (24/11) lalu, para pemegang saham menyetujui merger antara JARR dengan Jhonlin Agro Lestari. Indra mengatakan, pemegang saham mayoritas setuju dengan rencana merger itu karena dapat mendorong tingkat produktivitas. "Tanaman Jhonlin Agro Lestari lebih banyak menghasilkan, karena umurnya sudah lebih tua," ujar Indra. Tahun depan, JARR menganggarkan belanja modal (capex) sekitar Rp 100 miliar. Direktur JARR, Temmy Iskandar mengatakan, capex tahun depan hanya untuk pengelolaan kebun dan produksi crude palm oil menjadi biodiesel. Capex tahun depan lebih kecil dari tahun 2023 yang sebesar Rp 350 miliar-Rp 400 miliar. Mengingat di tahun 2023 banyak aksi penambahan aset, seperti pembangunan pabrik kelapa sawit. Tahun ini, JARR berharap bisa mengantongi pendapatan Rp 4,15 triliun. Sedangkan laba sebelum pajak penghasilan ditargetkan Rp 80 miliar-Rp 90 miliar.
Sumber : Kontan 27 November 2023
Saham | 07-10-2021 | 08-10-2021 | (+/-) |
---|---|---|---|
ASII | 5,700.00 | 5,900.00 | 3.389% |
BBCA | 35,800.00 | 36,450.00 | 1.783% |
UNVR | 4,830.00 | 4,760.00 | -1.47% |